Negara Dilanda Krisis Ekonomi, Presiden Bolivia Tetapkan Darurat Nasional
SUAPIKIR.com, LA PAZ – Presiden Bolivia Rodrigo Paz menetapkan status darurat nasional pada Sabtu (20/06/2026) setelah krisis ekonomi, blokade jalan, dan gelombang demonstrasi antipemerintah menyebabkan gangguan distribusi barang kebutuhan pokok serta memperburuk kondisi sosial dan ekonomi di negara tersebut.
Keputusan itu diumumkan di tengah aksi blokade jalan yang berlangsung di berbagai wilayah Bolivia. Blokade tersebut menghambat distribusi pangan, bahan bakar, serta pasokan medis sehingga menimbulkan tekanan terhadap aktivitas ekonomi nasional.
Data Kantor Ombudsman Bolivia mencatat blokade jalan yang berlangsung selama 50 hari terakhir menyebabkan kelangkaan sejumlah kebutuhan penting. Kondisi tersebut membuat aktivitas ekonomi di berbagai daerah mengalami perlambatan signifikan.
Selain berdampak pada sektor ekonomi, gejolak sosial yang terjadi juga menimbulkan korban jiwa. Dalam periode 1 Mei hingga 15 Juni 2026, sedikitnya 14 orang dilaporkan meninggal dunia akibat rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan aksi protes dan konflik sosial.
Dalam pidato kenegaraan, Paz menegaskan pemerintah perlu mengambil langkah cepat untuk memulihkan kondisi negara.
> “Warga Bolivia tidak dapat terus menjadi sandera blokade yang menghalangi mereka bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup,” kata Paz.
Penetapan status darurat nasional memberikan kewenangan lebih besar kepada aparat keamanan untuk menjaga ketertiban dan memulihkan aktivitas masyarakat yang terganggu akibat aksi blokade.
Pemerintah Bolivia menyebut langkah tersebut bertujuan mengembalikan stabilitas sosial dan ekonomi di tengah meningkatnya ketegangan politik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Gelombang demonstrasi yang berlangsung tidak hanya dipicu oleh kenaikan biaya hidup, tetapi juga tuntutan politik dari sejumlah kelompok masyarakat. Beberapa organisasi pekerja dan pendukung mantan Presiden Evo Morales turut menyuarakan kritik terhadap pemerintahan saat ini.
Kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup menjadi faktor utama yang mendorong ketidakpuasan masyarakat. Situasi tersebut memicu aksi protes yang semakin meluas di berbagai wilayah Bolivia.
Pemerintah kini menghadapi tantangan untuk memulihkan kondisi ekonomi sekaligus meredakan ketegangan politik. Sejumlah pihak mendorong dialog antara pemerintah dan kelompok masyarakat guna mencari solusi atas krisis yang sedang berlangsung.
Pengamat menilai langkah pemulihan ekonomi dan stabilisasi sosial akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah Bolivia dalam menghadapi tekanan ekonomi dan politik pada periode mendatang.




