Hari Tanpa Hujan Meningkat, BNPB Mulai Modifikasi Cuaca di Kalteng

Ilustrasi berita terkait upaya modifikasi cuaca cegah karhutla di Kalteng tahun 2026 oleh BNPB dan BPBPK Kalteng.

SUAPIKIR.com, PALANGKA RAYA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah sebagai langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak musim kemarau. Operasi ini difokuskan pada kawasan rawan karhutla, terutama lahan gambut yang dalam beberapa pekan terakhir mengalami hari tanpa hujan hingga 30 hari.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPB-PK Kalimantan Tengah, Alpius Patanan, mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan siaga darurat karhutla tahun 2026.

“Langkah ini diambil menyusul adanya wilayah di Kalteng yang dilaporkan sudah mengalami hari tanpa hujan hingga 30 hari,” ujar Alpius di Palangka Raya, Kamis (18/06/2026).

Menurut dia, modifikasi cuaca menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga kelembapan lahan gambut dan mengurangi risiko munculnya kebakaran yang berpotensi menimbulkan kabut asap.

“Operasi Modifikasi Cuaca saat ini juga sangat penting untuk memastikan ketersediaan cadangan air tanah, khususnya di lahan gambut, menjelang puncak musim kemarau,” katanya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah selatan Kalimantan Tengah seperti Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau telah memasuki fase kritis dengan catatan 20 hingga 30 hari tanpa hujan pada dasarian pertama Juni 2026.

Meski citra satelit belum mendeteksi titik panas maupun sebaran asap yang signifikan, tingkat kemudahan terbakar di wilayah selatan hingga tengah Kalimantan Tengah telah masuk kategori sangat mudah terbakar.

“Meskipun secara umum citra satelit belum mendeteksi adanya hotspot dan sebaran asap, tingkat kemudahan terbakar dari wilayah selatan menuju tengah Kalteng sudah masuk dalam kategori sangat mudah terbakar,” ujarnya.

Alpius menjelaskan, pelaksanaan operasi udara tersebut mengacu pada Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 100.3.3.1/142/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Karhutla yang diterbitkan pada Minggu (25/05/2026).

Selain itu, operasi juga dilaksanakan berdasarkan permohonan dukungan yang diajukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kepada BNPB.

Ia menegaskan, sasaran utama penyemaian awan adalah kawasan gambut yang membentang di wilayah tengah hingga selatan provinsi tersebut.

“Target prioritas utama adalah area lahan gambut. Jika nanti terpantau ada hotspot, penyemaian akan difokuskan langsung di atas titik tersebut untuk memadamkan api sejak dini,” katanya.

Untuk mendukung operasi tersebut, BNPB menyiagakan satu unit pesawat Cessna Grand Caravan 208B EX registrasi PK-FPU yang beroperasi dari Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya selama periode 15 hingga 19 Juni 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *