Benahi Sekolah Rusak, Hampir 100 Sekolah di Kalteng Masuk Program Revitalisasi 2026

SUAPIKIR.com, PALANGKA RAYA – Pemerintah pusat mengalokasikan program revitalisasi infrastruktur pendidikan untuk hampir 100 sekolah di Kalimantan Tengah pada tahun 2026.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana belajar sekaligus mengurangi kesenjangan fasilitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah pelosok.

Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan bantuan revitalisasi tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan di Bumi Tambun Bungai.

Menurutnya, rencana perbaikan sekolah tersebut menjadi kabar baik bagi dunia pendidikan di Kalimantan Tengah yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kondisi bangunan dan fasilitas pendukung pembelajaran.

“Hampir 100 sekolah di Kalimantan Tengah direncanakan menerima program revitalisasi pada tahun 2026. Ini menjadi dukungan besar bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah,” kata Reza, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah ke Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu. Kunjungan tersebut, kata dia, membuka peluang lebih besar bagi daerah untuk memperoleh dukungan pembangunan sektor pendidikan.

Saat ini pemerintah pusat bersama pemerintah daerah masih melakukan proses verifikasi dan validasi terhadap sekolah-sekolah yang diusulkan menjadi penerima program revitalisasi. Karena itu, daftar final sekolah yang akan mendapatkan bantuan belum dapat diumumkan.

Meski demikian, Reza berharap jumlah sekolah penerima manfaat dapat bertambah, terutama untuk jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

Ia mengungkapkan bahwa sekolah menengah kejuruan menjadi salah satu jenjang yang memperoleh perhatian cukup besar dalam program tersebut.

“Dari total usulan yang ada, hampir 70 sekolah kejuruan atau SMK direncanakan mendapatkan revitalisasi. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Reza, penentuan sekolah penerima bantuan dilakukan berdasarkan data kondisi bangunan yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan dipadukan dengan sistem pemetaan pendidikan daerah melalui platform Pena Kalteng.

Melalui data tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi sekolah yang mengalami kerusakan ringan, kerusakan berat, maupun sekolah yang masuk kategori prioritas untuk segera ditangani.

“Kami menggunakan pendekatan berbasis data agar program revitalisasi benar-benar menyasar sekolah yang membutuhkan penanganan paling mendesak,” katanya.

Tak hanya fokus pada ruang kelas dan bangunan utama sekolah, program revitalisasi juga akan menyentuh fasilitas pendukung seperti sanitasi dan toilet sekolah.

Menurut Reza, kualitas fasilitas sanitasi menjadi salah satu perhatian pemerintah karena berpengaruh terhadap kenyamanan dan kesehatan peserta didik selama menjalani proses belajar mengajar.

“Pemerintah ingin memastikan lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman. Salah satu indikatornya dapat dilihat dari kondisi sanitasi dan toilet sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil akhir verifikasi dan penetapan sekolah penerima program revitalisasi diperkirakan akan selesai pada Juli 2026.

Dengan adanya program tersebut, pemerintah berharap kualitas infrastruktur pendidikan di Kalimantan Tengah semakin merata sehingga siswa di berbagai daerah dapat memperoleh fasilitas belajar yang lebih layak dan mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *