Tahap Lelang, Perbaikan Jalan HM Arsyad Kotim Dianggarkan Rp10 Miliar

Anggota DPRD Kalteng Komisi IV Abdul Hafid saat meninjau jalan provinsi di Kalteng, beberapa waktu yang lalu.

SUAPIKIR.com, SAMPIT – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk memperbaiki ruas Jalan HM Arsyad yang menghubungkan Sampit dan Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Proyek tersebut telah memasuki tahap lelang dan ditargetkan mulai dikerjakan pada pertengahan Juli hingga awal Agustus 2026.

Kepastian itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Abdul Hafid, usai rapat kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Tengah, Kamis (10/07/2026).

“Sudah teranggarkan dari APBD tahun 2026 sebesar Rp10 miliar. Paket pekerjaannya juga sudah dilelang, kita tunggu saja,” kata Abdul Hafid.

Menurutnya, proses pengadaan saat ini masih berada pada masa sanggah. Dinas PUPR memastikan pekerjaan fisik dapat dimulai setelah seluruh tahapan lelang selesai.

“Dari keterangan Dinas PUPR dalam rapat tersebut, kegiatan itu sudah dilelang, namun masih ada yang menyanggah. Mereka memastikan pertengahan Juli atau awal Agustus sudah mulai dikerjakan,” ujarnya.

Ruas Jalan HM Arsyad merupakan jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Kotawaringin Timur dengan Kabupaten Seruyan. Sejumlah titik jalan mengalami kerusakan berupa lubang, aspal terkelupas, dan permukaan bergelombang.

Kondisi tersebut kerap dikeluhkan masyarakat karena dinilai membahayakan pengguna jalan. Risiko kecelakaan meningkat, terutama saat musim hujan ketika lubang tertutup genangan air.

Selain menjadi jalur utama mobilitas masyarakat, Jalan HM Arsyad juga berperan penting dalam mendukung distribusi barang dan aktivitas ekonomi antarwilayah. Tingginya intensitas kendaraan bertonase besar disebut turut mempercepat kerusakan ruas jalan.

Salah seorang pengguna jalan, Rahman, mengaku kondisi jalan pada malam hari sangat berisiko bagi pengendara, khususnya sepeda motor.

“Kalau malam hari sangat berbahaya. Banyak lubang cukup dalam dan sering membuat pengendara motor hampir jatuh. Apalagi kalau kendaraan besar lewat, kami harus menghindar sambil mencari jalan yang tidak berlubang,” katanya.

Abdul Hafid mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan proyek agar hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

“Silakan masyarakat ikut mengawasi proses perbaikan jalan ini. Jika nanti ditemukan kekurangan atau pekerjaan yang tidak sesuai, sampaikan kepada kami agar bisa segera ditindaklanjuti bersama,” ujarnya.

Ia berharap proyek perbaikan tersebut dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar konektivitas dan aktivitas ekonomi di wilayah Kotawaringin Timur dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *