Resahkan Warga dan Ancam Suami, ODGJ di Palangka Raya Dievakuasi ke RSJ
SUAPIKIR.com, PALANGKA RAYA – Aparat kepolisian bersama tenaga kesehatan dan pemerintah setempat bergerak cepat mengevakuasi seorang perempuan yang diduga mengalami gangguan jiwa setelah dilaporkan mengamuk di kawasan Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (10/6/2026).
Perempuan berinisial L (38) tersebut dilaporkan beberapa kali menunjukkan perilaku agresif di dalam rumah hingga membahayakan keselamatan anggota keluarganya.
Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan, penanganan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat melalui Kelurahan Bukit Tunggal terkait adanya warga yang mengalami gangguan kejiwaan dan meresahkan lingkungan sekitar.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Pahandut melalui Kapolsubsektor Jekan Raya IPTU Narmanto bersama personel kepolisian, Babinsa, petugas kelurahan, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas Kayon langsung mendatangi lokasi di Jalan Sei Nyamuk RT 16 RW 14 sekitar pukul 10.30 WIB.
“Berdasarkan informasi yang diterima, yang bersangkutan sering mengamuk di dalam rumah dan beberapa kali melakukan tindakan yang membahayakan suaminya,” ujar Iyudi.
Kondisi tersebut membuat keluarga dan warga sekitar merasa khawatir karena dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko keselamatan bagi diri sendiri maupun orang lain.
Tim gabungan kemudian melakukan pendekatan persuasif dan penanganan secara humanis sebelum mengevakuasi perempuan tersebut untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, aparat berkoordinasi dengan instansi terkait guna membawa yang bersangkutan ke Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei Palangka Raya.
Menurut Iyudi, langkah tersebut dilakukan agar pasien dapat memperoleh pemeriksaan medis dan perawatan yang sesuai.
“Kehadiran aparat bersama unsur terkait merupakan bentuk respons cepat dalam memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman kepada masyarakat. Penanganan ODGJ juga harus dilakukan secara humanis dan sesuai prosedur,” katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menangani kasus serupa agar tidak berkembang menjadi situasi yang membahayakan.
Perempuan tersebut kini telah mendapatkan penanganan medis lanjutan di RSJ Kalawa Atei.




