MPLS 2026, Kadisdik Kalteng Dukung Edukasi Antiradikalisme oleh Densus 88
SUAPIKIR.com, PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mendukung pembekalan mengenai bahaya penyebaran paham radikal dan Nihilistic Violent Extremism (NVE) yang diberikan Satgaswil Kalimantan Tengah Densus 88 Antiteror Polri kepada ribuan pelajar dan mahasiswa dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Menurut Reza, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat karakter peserta didik sekaligus meningkatkan wawasan kebangsaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
“Generasi muda saat ini hidup di era digital dengan arus informasi yang sangat cepat. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi yang benar, memahami nilai-nilai kebangsaan, dan tidak mudah terpengaruh oleh paham yang bertentangan dengan ideologi negara,” ujarnya.
Ia menilai pendidikan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, sikap toleransi, dan kecintaan terhadap tanah air.
Reza mengatakan, kolaborasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah dan Satgaswil Densus 88 merupakan langkah preventif untuk memperkuat ketahanan pelajar terhadap penyebaran ekstremisme dan kekerasan melalui media sosial maupun platform digital.
“Melalui kegiatan seperti ini kami ingin memastikan bahwa peserta didik memiliki pemahaman yang benar mengenai nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.
Ia juga mengajak kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat berperan aktif mengawasi aktivitas digital anak serta memberikan pendampingan dalam menggunakan media sosial secara bijak.
Menurut Reza, pencegahan penyebaran paham radikal memerlukan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, sekolah, keluarga, dan masyarakat sehingga tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja.
“Kami mengapresiasi Densus 88 AT Polri yang telah hadir memberikan edukasi secara langsung kepada peserta didik. Edukasi seperti ini menjadi bekal penting agar anak-anak kita memiliki daya tangkal terhadap berbagai bentuk propaganda, ujaran kebencian, maupun ajakan yang mengarah pada tindakan kekerasan,” ujarnya.
Ia berharap program pembekalan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah agar semakin banyak pelajar memiliki kesadaran menjaga persatuan bangsa.
“Pendidikan adalah benteng pertama dalam membangun karakter generasi penerus. Melalui kolaborasi seperti ini, kami berharap lahir generasi Kalimantan Tengah yang cerdas, berkarakter, cinta tanah air, serta mampu menjadi pelopor perdamaian di lingkungan masing-masing,” tutupnya.




