Kuatkan Literasi Digital dan Antiradikalisme, Kadis Kominfosantik Dukung Edukasi Densus 88

Densus 88 saat memberikan materi penguatan paham antiradikalisme dan literasi digital dalam kegiatan MPLS di Palangka Raya, Jumat (17/7/2026).

SUAPIKIR.com, PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah, Adiah Chandra Sari, mengapresiasi langkah Satgaswil Kalimantan Tengah Densus 88 Antiteror Polri yang memberikan edukasi mengenai bahaya penyebaran paham radikal dan Nihilistic Violent Extremism (NVE) kepada lebih dari 18 ribu pelajar dan mahasiswa, Jumat (17/07/2026).

Menurut Adiah, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan tingginya penggunaan media sosial.

“Edukasi seperti ini sangat penting karena saat ini media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda. Literasi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan wawasan kebangsaan agar anak-anak kita tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan maupun paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Ia menilai kolaborasi antara Densus 88, Dinas Pendidikan, dan berbagai institusi pendidikan merupakan bentuk sinergi yang perlu terus diperkuat dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi masyarakat.

Menurutnya, penyebaran paham radikal kini tidak hanya dilakukan secara langsung, tetapi juga melalui berbagai platform digital yang mudah diakses oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

“Karena itu, kemampuan memilah informasi, berpikir kritis, dan memahami etika bermedia digital menjadi bekal yang sangat penting bagi generasi muda. Pencegahan harus dimulai melalui edukasi, bukan hanya ketika persoalan sudah terjadi,” katanya.

Adiah mengajak pelajar, mahasiswa, guru, orang tua, dan masyarakat bersama-sama menciptakan ekosistem digital yang sehat dengan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Media sosial harus dimanfaatkan sebagai ruang untuk belajar, berkreasi, dan membangun kolaborasi positif. Jangan sampai justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin menyebarkan kebencian, kekerasan, maupun paham ekstrem yang dapat mengancam persatuan bangsa,” ujarnya.

Ia berharap pembekalan yang dilakukan Densus 88 dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah maupun perguruan tinggi di Kalimantan Tengah.

“Generasi muda adalah aset masa depan bangsa. Karena itu mereka harus dibekali literasi digital, wawasan kebangsaan, serta kemampuan berpikir kritis agar mampu menjadi agen perdamaian dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *