Musim Kemarau, BPBD Catat 640 Bencana Terjadi di Kalimantan Tengah
SUAPIKIR.com, PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah mencatat 640 kejadian bencana terjadi di wilayah tersebut selama periode 1 Januari hingga 13 Juli 2026.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi jenis bencana yang paling banyak terjadi sepanjang musim kemarau tahun ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, mengatakan tingginya jumlah kejadian bencana menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama karena karhutla kembali mendominasi.
“Data hingga 13 Juli 2026 mencatat terdapat 640 kejadian bencana di Kalimantan Tengah. Dari jumlah tersebut, kejadian paling banyak adalah kebakaran hutan dan lahan,” kata Ahmad Toyib, Selasa (14/07/2026).
Berdasarkan data BPBD, sebanyak 435 kejadian merupakan karhutla. Selain itu, tercatat 99 kebakaran permukiman, 50 kejadian cuaca ekstrem, 47 banjir, empat kekeringan, tiga abrasi, dan dua tanah longsor.
BPBD menyebut seluruh pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan bencana, terutama menghadapi meningkatnya potensi karhutla pada musim kemarau.
Dari sisi dampak, bencana yang terjadi sepanjang 2026 memengaruhi 68.493 jiwa. Sebanyak 10 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia.
Kerusakan akibat bencana juga meliputi 8.412 rumah terendam, 193 rumah rusak berat, 57 rumah rusak ringan, dan 25 rumah rusak sedang.
Selain permukiman, bencana turut berdampak pada 43 rumah ibadah, 89 satuan pendidikan, 25 fasilitas kesehatan, 16 kantor, 91 ruas jalan, serta 60 jembatan.
BPBD juga mencatat luas lahan yang terbakar mencapai 674,04 hektare hingga pertengahan Juli 2026.
Berdasarkan sebaran wilayah, Kota Palangka Raya menjadi daerah dengan jumlah kejadian bencana terbanyak, yakni 217 kejadian. Selanjutnya diikuti Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 101 kejadian, Barito Utara 83 kejadian, dan Kotawaringin Barat 52 kejadian.
Kabupaten Sukamara mencatat 30 kejadian, Gunung Mas 29 kejadian, Pulang Pisau 24 kejadian, Lamandau dan Murung Raya masing-masing 22 kejadian, Katingan 18 kejadian, Kapuas 16 kejadian, Seruyan 13 kejadian, Barito Selatan 11 kejadian, serta Barito Timur dua kejadian.
Ahmad Toyib mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama karhutla. Ia meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani lebih cepat.




