Jelang Ramadan, MBG Tetap Disalurkan untuk Para Pelajar di Palangka Raya
SUAPIKIR.COM, PALANGKA RAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dipastikan tetap disalurkan kepada peserta didik selama Ramadan 2026 meski pelaksanaannya bertepatan dengan masa libur sekolah. Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya saat ini masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait mekanisme penyaluran program tersebut.
Program nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi peserta didik itu tetap berjalan pada awal dan akhir Ramadan. Penyesuaian teknis diperlukan karena sebagian jadwal pelaksanaan bertepatan dengan hari libur sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan hingga Sabtu (07/02/2026), pemerintah daerah masih menunggu petunjuk teknis resmi dari pemerintah pusat.
“Secara prinsip, Program MBG tetap berjalan. Namun untuk teknis penyalurannya, kami masih menunggu juknis dari pusat, karena pelaksanaannya bertepatan dengan masa libur sekolah,” ujar Jayani.
Meski belum ada petunjuk teknis final, pihak sekolah diberikan keleluasaan untuk menentukan mekanisme penyaluran selama masa libur. Langkah tersebut dilakukan agar makanan bergizi yang telah disiapkan tetap dapat diterima oleh peserta didik.
Menurut Jayani, setiap sekolah dapat menyesuaikan metode distribusi sesuai kondisi di lapangan. Salah satu opsi yang dapat diterapkan adalah siswa membawa makanan bergizi tersebut ke rumah.
“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah. Apakah nantinya makanan dibawa pulang ke rumah oleh siswa atau dengan mekanisme lain, sepanjang itu diputuskan oleh sekolah, tidak menjadi masalah bagi kami,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyediaan makanan tetap menjadi tanggung jawab Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Lembaga tersebut bertugas mengolah dan mendistribusikan makanan ke sekolah penerima program.
“Dari pihak BGN, SPPG ini mengolah makanan kemudian mengantar. Artinya, pada hari normal anak-anak berada di sekolah untuk menerima MBG,” tambah Jayani.
Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya berharap fleksibilitas mekanisme penyaluran dapat menjaga efektivitas program selama Ramadan. Dengan demikian, manfaat pemenuhan gizi bagi peserta didik tetap dapat dirasakan meski aktivitas belajar mengajar mengalami penyesuaian.
Koordinasi dengan pihak sekolah akan terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan lancar. Penyesuaian teknis dinilai penting agar penyaluran MBG tetap tepat sasaran dan sesuai dengan tujuan pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.



Tinggalkan Balasan Batalkan balasan