Pemantauan Siber, Dugaan Konten Judi Online Muncul di Situs Dua Pemda
SUAPIKIR.com, JAKARTA – Dugaan penyusupan konten promosi judi online kembali ditemukan pada situs pemerintah daerah yang tampil di Google Berita.
Setelah sebelumnya terdeteksi pada Media Center Rokan Hilir, temuan serupa kini muncul pada situs Pemerintah Kabupaten Gorontalo berdasarkan hasil pemantauan siber, Sabtu (04/07/2026).
Ketua Ikatan Media Online (IMO) DPW Kalimantan Tengah, Bintang Kurnia Wahyudi Putra, mengatakan temuan tersebut diperoleh saat memantau sejumlah kanal informasi publik di internet.
“Dari hasil pemantauan, kami kembali menemukan situs resmi pemerintah daerah yang muncul di Google Berita dengan thumbnail promosi judi online. Ini bukan sekadar gangguan tampilan, tapi indikasi serius adanya celah pada sistem publikasi,” ujar Bintang, Minggu (5/7/2026).
Berdasarkan tangkapan layar yang diperoleh, sumber Pemerintah Kabupaten Gorontalo menampilkan artikel bertema teknologi, statistik komputasional, machine learning, hingga big data. Namun, gambar pendamping artikel diduga berisi materi promosi judi online.
Temuan serupa juga terlihat pada Media Center Rokan Hilir. Sejumlah artikel dengan judul umum muncul di Google Berita, tetapi disertai thumbnail yang diduga mempromosikan situs judi online.
Menurut Bintang, pola tersebut menyerupai praktik SEO spam, yakni penyusupan konten ke situs yang memiliki reputasi baik agar lebih mudah terindeks mesin pencari.
“Kalau konten seperti ini bisa masuk ke Google Berita dengan membawa nama instansi pemerintah, berarti pengelola harus segera menelusuri dari dalam sistem. Jangan hanya menghapus tampilan luar, tetapi periksa akar masalahnya,” katanya.
Ia meminta dinas yang membidangi komunikasi dan informatika di daerah terkait segera melakukan audit menyeluruh terhadap sistem pengelolaan situs.
Pemeriksaan, menurutnya, perlu mencakup akun administrator, plugin, tema, file server, database, hingga riwayat perubahan konten.
Bintang menilai dugaan penyusupan tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap kanal informasi resmi pemerintah.
“Kalau celah ini dibiarkan, risikonya bisa jauh lebih fatal. Hari ini yang tampil promosi judi online, besok bisa saja menyangkut data kependudukan, dokumen pemerintahan, atau akses lain yang lebih sensitif,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemerintah daerah memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik mengenai penyebab munculnya konten tersebut, termasuk kemungkinan adanya peretasan atau kelemahan dalam sistem publikasi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pengelola situs Pemerintah Kabupaten Gorontalo maupun Media Center Rokan Hilir terkait dugaan penyusupan konten tersebut. Redaksi masih menunggu klarifikasi dari kedua pihak.




