BMKG Sebut Suara Dentuman Misterius di Kapuas dan Pulang Pisau Kalteng Akibat Aktivitas Manusia

Ilustrasi suara dentuman misterius.

SUAPIKIR.COM, KUALA KAPUAS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap sumber penyebab dentuman misterius yang terdengar keras di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau yang terdengar pada Selasa (2/6/2026) siang. Pihaknya menegaskan bahwa dentuman itu akibat aktivitas nonalam.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut, Renianata, menjelaskan bahwa hasil pengamatan secara seismik maupun satelit menunjukkan bahwa dentuman keras itu tidak berasal dari fenomena alami. 

“Saat ini belum terdeteksi rekaman seismik di jaringan seismograph BMKG di sekitar TKP, maka kami mengambil kesimpulan sementara itu bukan aktivitas tektonik, dan untuk aktivitas tektonik tidak selalu menimbulkan dentuman,” beber Renianata di Palangka Raya, Rabu (3/6/2026). 

Hasil pengamatan dengan metode yang sama menunjukkan tidak adanya gempa signifikan. Situs BMKG tidak mencatat adanya gempa bumi yang relevan dengan Kapuas maupun Pulang Pisau. Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau berjarak sekitar 40 km, yang kemungkinan dentuman itu berasal dari aktivitas nontektonik. BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik akan fenomena suara dentuman yang terjadi.

“Maka dari itu, dentuman tersebut dapat dimungkinkan berasal dari faktor nonalami seperti aktivitas manusia,” sebutnya. 

Tak hanya itu, hasil pengamatan melalui radar cuaca dan satelit menunjukkan nihilnya aktivitas petir di kedua wilayah. Selain itu juga tidak ada aktivitas pesawat tempur. 

“ATC Bandara Tjilik Riwut memastikan tidak ada penerbangan pesawat berkecepatan tinggi atau militer,” tegasnya lagi. 

Saat ditanya lebih detail mengenai apa aktivitas manusia yang dilakukan hingga menyebabkan adanya dentuman keras itu, Renianata tidak memberikan jawaban. Ia mempersilakan wartawan untuk mencari referensi dari sumber lain. 

“Silahkan di-searching ya aktivitas manusia itu seperti apa, yang jelas dari pantauan BMKG seperti gempa dan sebagainya tidak terdeteksi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, suara dentuman keras itu menghebohkan warga di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, pada Selasa (2/6/2026). Dentuman misterius itu terjadi secara bersamaan di sejumlah wilayah di kedua kabupaten, sekitar pukul 10.00 WIB. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *